Begini Cara Pemuda Sukoharjo Bikin Limbah Kayu Triplek Menjadi Kerajinan Tangan
Penulis: Ardean Rio Saputro
HHofficial.news.com,SUKOHARJO – Sholikin menunjukan miniatur kapal buatannya (3/7/2022),(Combongan, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah)
HHofficial.news.com,SUKOHARJO – Limbah tak terpakai bisa disulap menjadi pundi-pundi rupiah, bila kita bisa memanfaatkan dengan sedikit sentuhan kreatifitas. Sholikin (30), misalnya. Pemuda asal Desa Combongan, Sukoharjo, Jawa Tengah ini memanfaatkan limbah kayu triplek menjadi produk kerajinan tangan yang menarik.
Kayu-kayu tak terpakai yang diperoleh pekarangan rumah dibuat menjadi aksesoris, seperti miniatur kapal. Namun, saat ini Sholikin mencoba untuk fokus memproduksi miniatur rumah adat Pati yang selama ini mulai hilang ditelan kemajuan zaman.
“Rumah adat Pati saat ini mulai hilang dan susah ditemukan. Kondisi itu menginspirasi saya untuk membuat miniatur rumah adat Pati. Responsnya luar biasa. Banyak yang pesan,” ujar Sholikin, Minggu (3/7/2022).
Sebelum membuat miniatur. Sholikin berburu foto rumah adat di berbagai daerah di Pati. Setelah mendapatkan foto, dia mengumpulkan kayu-kayu triplek yang masih bagus, terutama ditambah kayu jati.
Kayu triplek ini dibentuk, diukur menyesuaikan rumah adat yang diperolehnya dari hunting foro. Semua potongan kayu disatukan menggunakan lem. Setelah itu, miniatur diplitur supaya lebih cantik, awet dan indah.
Hasil kerajinan tangan Sholikin dipajang berbagai pameran di Sukoharjo. Satu miniatur dibanderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu, menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan dari miniatur tersebut.

Komentar
Posting Komentar